Cara Budidaya Belut Dalam Drum Agar Hasil Panen Meningkat

Cara Budidaya Belut – Belut dimasukkan ke dalam kelompok ikan sehingga halal untuk dimakan umat muslim. Sama halnya dengan ikan, daging belut memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Dari banyaknya manfaat belut, sekarang mulai banyak juga orang yang berkeinginan untuk membudidayakan belut.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk budidaya belut, salah satunya dengan menggunakan drum bekas. Budidaya belut sama halnya seperti budi daya ikan. Belut biasa hidup di lumpur dengan air yang tidak begitu banyak.

Berikut adalah langkah-langkah budidaya belut dalam drum bekas, silahkan di simak.

  1. Cara Budidaya Belut – Menyiapkan Kolam

Menyiapkan Kolam belut

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyiapkan kolam drum bagi belut yang akan dibudidayakan.

  • Letakkan drum pada posisi mendatar , agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengah drum, sisakan 5 cm pada sisi kanan dan kiri.
  • Pasanglah alat / ganjal supaya drum tidak menggelinding , atau bergerak .
  • Buat saluran pembuangan dibawah drum, letak dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  • Buat peneduh, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan terkena langsung ke permukaan drum.
  1. Membuat Media Pertumbuhan

Media yang umum digunakan dan telah terbukti efektif dalam mempercepat hasil panen adalah media lumpur kering yang dicampur dengan kompos, jerami padi, dan pupuk TSP.

Untuk peletakkannya,

  • Pertama bagian dasar drum dilapisi jerami dengan ketebalan 10 cm, lalu di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisme stater.
  • Selanjutnya tambahkan kompos setinggi 5 cm dan media teratas yaitu lumpur kering setinggi 10 cm yang sudah ditambahkan pupuk TSP sebanyak 5 kg.
  • Karena belut membutuhkan air sebagai habitat hidupnya, Drum wajib diberi air dengan ketinggian 5-10 cm dari media teratas.

Pada masa ini belut jangan langsung dimasukan namun terlebih dahulu dilakukan masa permentasi selama kurang lebih dua minggu

  1. Memilih Bibit Belut

Memilih Bibit Belut

Setelah semua media budidaya tersebut siap tahapan selanjutnya menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg dengan jumlah bibit sebesar 80 – 100 ekor per kg dan panjang 10-12 cm.

  1. Pemberian Pakan

Tidak ada aturan baku volume pemberian pakan, namun sebaiknya pakan diberikan 5% dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang sebaiknya diberikan yaiyu cacing, kecebong , ikan ikan kecil , dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke 3 setelah bibit ditebar dalam drum.

Untuk waktu pemberian pakannya bisa dilakukan pada sore hari. Karena biasanya belut mencari mangsa pada sore atau malam hari.

  1. Panen

Panen

Panen dilakukan setelah 3 – 4 bulan budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan kita dan keinginan (permintaan) pasar . Pemanenan untuk media drum tentunya lebih mudah , dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.

Cara memanen belut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu panen sebagian atau dipanen secara total. Kalau kamu melakukan panen sebagian, artinya kamu harus menyisakan belut berukuran kecil untuk dibesarkan kembali.

  1. Pemasaran

Pemasaran

Cara pemasaran belut adalah dengan cara langsung dijual ke tengkulak dalam jumlah besar atau kamu juga bisa mencari pelanggan dari pedagang-pedagang kecil di pasar namun dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Jika kamu punya banyak pelanggan, maka cara kedua adalah yang lebih banyak mendatangkan margin.

Demikian penjelasan terkait bagaimana cara melakukan budidaya belut dalam drum yang menghasilkan terutama bagi pemula. Di Indonesia, perkembangan budidaya belut masih belum banyak dilakukan walaupun permintaan pasar ekspor dan domestik kian besar.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa memudahkan anda dalam melakukan budidaya belut dengan media drum.